| Written by Administrator, on Tuesday, 28 August 2007 |
| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
1760  |
|
Sejarah Keluarga Paduan Angklung SMAN 3 Bandung berawal dari kegiatan Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika tahun 1980. Saat itu SMUN 3 Bandung mengirimkan 50 orang siswa kelas 1 sebagai wakilnya untuk turut serta dalam team angklung massal tersebut, latihan diadakan sejak bulan Februari 1980 sampai saat penampilannya pada tanggal 25 April 1980 di depan Gedung Merdeka Bandung.
Kesan mendalam yang diperoleh team angklung KAA ini menumbuhkan keinginan untuk terus bermain meski angklung massal telah usai. Bahwasannya saat itu SMUN 3 belum mempunyai sebuah angklung pun, tak memadamkan semangat untuk terus berlatih. Berdasarkan manfaat yang dirasakan selama angklung massal, maka tekad untuk mempertahankan team angklung yang telah kompak tersebut menjadi bertambah besar.
Dengan tekad yang ada itu para "ex-angklung KAA" berusaha merintis jalan terbentuknya regu angklung SMUN 3. Usaha ini setelah terwujud dengan berbekal alat dan ruang latihan serta pelatih yang semuanya berstatus pinjaman dari Team Kesenian Guriang. Dinamakanlah kelompok ini TEAM PADUAN ANGKLUNG SMA NEGERI 3 BANDUNG.
Sebuah seksi baru dalam kepengurusan osis terbentuk, yaitu Seksi Angklung pada tahun 1980. Sejak itu keuletan dan ketahanan para anggota selalu diuji. Meskipun demikian semangat tinggi yang dimiliki tidak pernah luntur. Latihan demi latihan dihadiri dengan tekun.
Jerih payah yang ditunjukkan ternyata cukup mendapat perhatian dari pihak sekolah. Beberapa bulan kemudian, yaitu awal Oktober 1980, secara resmi SMAN 3 Bandung memiliki satu unit angklung. Mulai saat itu digunakanlah nama KELUARGA PADUAN ANGKLUNG SMA NEGERI 3 BANDUNG. Ini berarti telah lahir sebuah Paduan Angklung baru.
Keanggotaan KPA ketika terbentuk ada 50 orang, kemudian setiap tahun bertambah 70-120 orang, sehingga KPA menjadi unit kegiatan yang terbesar di SMAN 3 Bandung.
Users' Comments (0)  |
|
|