Kelompok Paduan Angklung SMA Negeri 3 Bandung (KPA3) di Teater Manzoni, Bologna, Italia, Sabtu, memperlihatkan bahwa alat musik dari bambu asal Indonesia itu bisa untuk melantunkan lagu barat, seperti lagu Italia O Sole Mio serta lagu terkenal semacam New York New York, La Vie En Rouge dan Santorini.

KPA3 Bandung tersebut sedang mengikuti berbagai festival di Italia, 19 Juli-5 Agustus, demikian Sekretaris Pertama KBRI Roma Pramudya Sulaksono dalam keterangan tertulis, Sabtu.
Disebutkan, dengan senyuman serta berbusana tradisional Indonesia dari berbagai daerah, penampilan kelompok paduan musik angklung berulang kali mendapat pujian dari penonton Italia.
 
You are here:  Home
KPA3 di Kick Andy: 40 Hari di Eropa
Written by Kick Andy (kickandy.com, tayang Kamis 19 Juni 2008 pukul 22.05 dan Minggu 22 Juni 2008 pukul 15.05), on Tuesday, 17 June 2008
Average user rating    (1 vote)
Views 266    

Cuplikan Tayangan Kick Andy
Cuplikan Tayangan Kick Andy
Ini bukanlah kisah perjalanan hura-hura yang menyenangkan, tapi sebuah kisah perjuangan anak-anak muda asal Bandung, Jawa Barat, dalam sebuah “mission impossible”, melanglang Eropa demi menebar pesona budaya angklung di jagat internasional. Dengan budget yang sangat defisit, mereka menggelandang selama 40 hari di sana. Mereka pulang kembali ke Indonesia dengan piala ”Cipuaga” sebuah penghargaan bergengsi di festival Zakopane di Polandia. Ironisnya saat pulang mereka masih meninggalkan sejumlah utang yang harus dibayar.

Angklung tak sekedar bunyi dari batang bambu, di balik semua kekhasan nada-nada yang dilahirkan, angklung memiliki sebuah pesona yang memikat, tak hanya bagi kita sebagai warga Indonesia, tapi juga para expatriat. Setidaknya, ini lah yang diakui oleh Mattew, seorang warga negara asal New Zealand. ”Bagi saya suaranya sangat khas dan unik, sangat berbeda dari jenis musik lainnya,” katanya. Tak hanya Mattew, Expatriat asal Philipina, Riza bahkan mengaku bulak-balik ke Indonesia untuk urusan belajar angklung. Mattew & Riza sama-sama belajar angklung di Saung Aklung Mang Ujo di Bandung. ”Beberapa tahun ini makin banyak expatriat yang datang belajar angklung di sanggar kami,” kata Taufik Ujo, pengurus Saung Angklung Mang Ujo.

Saat tampil di Kick Andy, Mattew & Riza terlihat sangat piawai bermain angklung. Mereka membawakan lagu ”Biarlah” milik grup musik Nidji. Sementara grup musik angklung Pelangi-Pelangi yang tiga personilnya berasal dari Jepang, tampil dengan lagu ”Sukiyaki”.

Memang makin banyak expatriat belajar bermain angklung, dan bagi sebagian orang ini cukup untuk menilai bahwa musik angklung sudah semakin mendunia. Tapi anak-anak muda yang tergabung dalam Kelompok Paduan Angklung SMA 3 Bandung atau KPA 3, memiliki cara sendiri untuk menebar pesona angklung ke antero dunia. Mereka melakukan misis kebudayaan yang mereka namakan Expand the Sound of Angklung (ESA) ke manca negara.

Kisah tragis yang menjadi judul dari topik Kick Andy kali ini adalah tentang perjalanan mereka ke Eropa di tahun 2004. Maksud hati ini menduniakan anglung, tapi adaya dana tak cukup. Itulah kiasan yang tepat untuk menggambarkan betapa di awal misi pun sudah terpampang jelas hambatan yang mereka hadapi. Dan ini pula yang menjadi awal kisah heroik mereka demi tenarnya alunan musik bambu.

Pada awalnya mereka sudah memiliki sponsor untuk membiayai keberangkatan tim yang berjumlah 35 orang itu, namun pada perjalanannya sponsor mengundurkan diri. ”Padahal waktu keberangkatannnya tinggal 2 minggu lagi, dan schedule dengan pihak-pihak di Eropa sudah confirm,” kata Maulana Syuhada, salah satu pimpinan rombongan yang juga penulis buku ”40 days in Europe”.

Alhasil dengan dana yang defisit mereka pun tetap menjalankan misinya. Bisa ditebak apa yang kemudian terjadi di sana, berbagai tantangan dan hambatan berbaris menghadapi mereka. Dari urusan makan para tim yang tak teratur, biaya transportasi, sampai urusan rusaknya pintu bis yang mereka sewa. ”Nasi kotak jatah kami pernah hilang, hingga kami harus makan 12 nasi kotak untuk 35 orang,” kata Maulana lagi. Selain soal nasi, banyak cerita menarik yang terungkap dari perjalanan mereka ke Eropa.

Meski perjalanan tertatih, mereka berhasil melangsungkan pertunjukan mereka di beberapa negara Eropa, seperti Jerman, Paris, Belgia, dan Polandia. Mereka bahkan sering mendapatkan standing uplause dari penontonnya. Selain itu mereka berhasil mendapat anugrah piala Cipuaga dalam festival Zakopane, sebuah festival tertua dan even budaya terbesar di Polandia. ”Kami tak menyangka bisa mendapatkannya, karena penghargaan Cipuaga biasanya hanya diberikan pada para pemenang umum kompetisi highland folklore.”

Selain penghargaan tadi, ”prestasi” mengejutkan lainnya dari perjalanan budaya mereka kali ini, adalah soal utang. ”Saat kami pulang, kami masih berhutang pada panitia senilai 8500 pound ,” kata Ida, mantan peserta ESA yang kebagian mengurus soal keuangan waktu itu.

Kisah 4 tahun lalu itu, tidak membuat jera para pengurus dan anggota KPA 3. Bahkan bulan Juli ini mereka sudah akan berangkat kembali dengan misi yang sama ke Eropa. ”Meski sudah dekat tapi dana yang kami butuhkan belum mencukupi,” kata Burhan, yang akan menjadi pimpinan rombongan tahun ini. Lalu, apakah ini berarti sejarah KPA 3 di tahun 2004 akan berulang? Belum tentu.

Yang mungkin akan terjadi adalah musik angklung makin bergema di antero dunia dan di dalam negeri sendiri, karena semakin banyak orang yang menggemari permainan goyangan alat musik bambu ini. Ini bisa kami buktikan, ketika audience Kick Andy yang hadir di studio begitu antusias saat memperoleh kesempatan untuk belajar bermain angklung dari tim Saung Angklung Mang Ujo. Hasil pembelajaran kilatnya, akan anda lihat dalam performance spesial para audience di ujung tayangan Kick Andy kali ini.
Published in : The News, Latest News
Favoured Print Send to friend Related articles

Users' Comments (1) RSS feed comment
Posted by veryagung, on 21-06-2008 10:00, IP 203.127.74.49, Registered
1. Every cloud has a silver lining
Kita harus bisa mengambil sisi positif dari setiap kejadian. Belajarlah dari pengalaman agar di masa depan kita bisa membuat yang lebih baik lagi.
 
» Report this comment to administrator
» Reply to this comment...

Add your comment



mXcomment 1.0.2 © 2007-2008 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Prev   Next >

Language Selection

EnglishBahasa Indonesia

KPA3 Login

We have 1 guest online
No Users Online

Invite Your Friend

 20 left
Check Invites

Short Message

Latest Message: 4 hours, 3 minutes ago
  • mita120491 : hhoo.. saya galau men !
  • [GUEST]rie : i'm sad sad
  • tomi_fadlan : [to: fedri_rinaw] ini kang fedri yang dokter tea?? kalo mo daptar,, link-na aya di palih luhur "registresyen"/"pangdaptaran" Smile
  • [GUEST]fedri_rinaw : haiii semuuaaaaa .... aku KPA juga tapi ga tau gimana cara registernya ... Miss u all ...
  • [GUEST]Rida X-5 : Smile Smile Smile
  • [GUEST]Rida X-5 : WOW KPA 3 BEKEN N KEREN ABISZ YA. eKSKUL PALING GAUL AND EKSIS SE-INDONESIA (LEBAY)
  • dita_28 : doankan kpa 28 smua'y lulus uas.uts.uan.usm.snmptn yaaa..amiiin
  • dita_28 : whaaaaa...kangen kpa..jarang bgt ke rangka skrg..haduuu
  • [GUEST]guest_7788 : woaahh.. akhirnyah d upload juga d utub... makasiihh bangett.. senang bisa liat.. klo yang pas d eropanyah ada juga gak? ^_^
  • [GUEST]adel : hiyaa!
  • ruhe : sepiii
  • mita120491 : wew. 28 udah lengser . skarang saatnya melihat "29 berlaga di kancah kepengurusan . smangat yaa buat smuanya !! angk.28 ! we can make it ! ayo tembus UN dan SNMPTN !:d
  • [GUEST]guest_sidep : ih udah lama gak buka situs ini...haha..makin uptodate yah uploadannya.hehe
  • [GUEST]guest_sidep : ihh..aku baru buka lagi situs ini loh..setelah berapa lama gak buka..
  • [GUEST]ruhe : halo...udalama ga k situs ini..hehehe

Total Members

116 registered
40 male
76 female
0 today
0 yesterday
1 this week
2 this month
Last: adit  offline