Pada tanggal 11-13 Maret 2008, KPA3 terbang ke Bali. KPA3 diberi kepercayaan oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk bermain angklung pada acara Education 9 Ministrial Review Meeting di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali. Ini merupakan pengalaman langka yang KPA3 dapatkan. Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi KPA3 dapat bermain dalam event yang dihadiri oleh 9 menteri dari 9 negara ini.

Bermain dalam event seperti ini, membuat para pemain dan conducter menjadi ga karuan. ”Gimana yah? Deg-degan sebenernya mah, mengingat kayaknya waktu itu teh bener-bener hectic, jadi perasaan saya bener-bener campur aduk. hehehehe..”, sang conducter, Dwinita menceritakan perasaannya saat menjadi conductor dalam event ini.
 
You are here:  Home
Modifikasi pada Tunner untuk Menyetem Angklung
Written by Anugrah Sabdono S., on Thursday, 03 April 2008
Average user rating    (0 vote)
Views 463    

Menyetem atau menala angklung adalah suatu hal yang dapat dibilang gampang-gampang susah. Pada proses penyeteman sebuah tunner merupakan salah satu alat yang penting. terutama bagi orang yang memiliki telinga kurang peka.Tunner yang ada di pasaran bekerja dengan cara menangkap tekanan suara dari angklung saat dibunyikan.

Saat ini sedang dicoba dilakukan modifikasi pada tunner sehingga yang ditangkap bukanlah suara dari angklung tetapi getaran dari angklung. Caranya adalah dengan menggunakan sensor yang terbuat dari piezoelektrik. Sensor ini adalah sensor getaran yang nantinya akan ditempelkan pada tabung angklung. Sensor ini mengeluarkan output berupa arus dan kemudian arus inilah yang akan diolah agar kita dapat mengetahui frekuensi dari getaran tersebut. Saat ini sedang dicoba apakah sistem tersebut dapat diaplikasikan. Sistem yang sedang dicoba saat ini adalah dengan sensor yang dijelaskan tadi dan dengan komputer yang didalamnya sudah diinstal software untuk mengenali frekuensi. Apabila berhasil sensor ini tidak hanya dapat dipake untuk meyetem angklung tetapi juga untuk menyetem alat musik membran seperti timpani atau bass drum.


Published in : KPA3, Articles
Favoured Print Send to friend Related articles

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.2 © 2007-2009 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Sebelumnya

Pilihan Bahasa

EnglishBahasa Indonesia

KPA3 Login

Saat ini ada 1 tamu online
tidak ada yang online

Undang Teman Anda

 20 left
Check Invites

Pesan Singkat

Latest Message: 2 days, 19 hours ago
  • mita120491 : ih salah .. harusnya kan SMANGAT !! hhaha
  • mita120491 : smanagt yaa KPA'kuuu!:)
  • [GUEST]kacamatapec : huaaa, maaf saya jarang onlen sad(
  • [GUEST]vijay kpa' : sukseskan acara kekeluargaan... cia you kpa3, n cia you kpa'30
  • [GUEST]vijay kpa' : salut buat dt braga,,,
  • Ciwildan : Hi
  • [GUEST]melon : altam....paling bassnya. mungkin nggak akan terlalu banyak moving juga
  • [GUEST]melon : THAT'S THE SPIRIT!
  • [GUEST]melon : @wildan:
  • [GUEST]guest_2401 : smangat terus yaa.. kangen KPA bgt uuuy .
  • [GUEST]lol : lol
  • [GUEST]Ciwildan : biarlah jdi tantangan bwat DT1,tpi flow altam riweuh ga?
  • [GUEST]Ciwildan : wah flownya riweuh?
  • [GUEST]melon : FYI(DT1), flow kalianlah yang paling ribet.
  • [GUEST]melon : Eh, eval 03 diundur yah? saya baru tau..DT 1..siap-siap latihan flow.hehe

Total Members

121 registered
40 male
81 female
0 today
0 yesterday
0 this week
0 this month
Last: ditaa  offline