| Konser Orkestrasi Angklung V, “Welcome to Our World: Story Book of KPA 3” |
Sabtu, 26 January 2006 menjadi tangal yang bersejarah bagi Keluarga Paduan Angklung 3. Di hari itu, 700 penonton dan 150 undangan memadati Wisma Cahaya Garuda Convention Hall Bandung untuk kembali menyaksikan Konser Orkestrasi Angklung yang diselenggarakan oleh KPA 3. Mengambil tema “ Welcome to Our World : Story Book Of KPA 3”, KPA 3 kembali menyajikan sebuah konser yang berbeda dengan konser-konser sebelumnya. Konser kali ini sengaja disajikan berbeda dengan konser-konser sebelumnya, karena konser ini diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun KPA 3 ke 25 tahun yang jatuh pada tanggal 4 Oktober 2005. 100 pemain angklung dan belasan pemain alat pengiring dipersiapkan dalam hitungan bulan untuk menyukseskan pagelaran ini. Dalam konsernya ini, KPA 3 mengajak para penonton untuk bisa menjadi saksi perjalanan KPA 3 dari awal terbentuk hingga bisa mencapai masa kejayaannya pada usia peraknya.
On the wings of hope…. On the field of dreams….. On the land of imagination…..
Welcome to our world……
KPA 3 yang dikenal inovatif dalam berkarya, malam itu menampilkan lagu-lagu yang mewakili KPA 3 dalam meraih kejayaannnya dari awal terbentuk sampai sekarang. Dibuka dengan lagu Gema KPA 3 yang melambangkan tekad, cita-cita, dan keinginan KPA 3 dalam mengembangkan seni angklung sebagai seni luhur karya bangsa, KPA 3 memulai rangkaian cerita perjalanan KPA 3. Cerita beranjak memasuki Chapter I of Merit and Excellence, dimana pada bagian ini KPA 3 menyajikan lagu-lagu yang bercerita tentang masa-masa sulit dan kerja keras yang dilakukan untuk bisa meraih keunggulan dalam permainan musik angklung. Chapter ini dibuka dengan Champion Medley Part I-Decade of Invention yang merupakan medley dari lagu-lagu yang membawa KPA 3 bisa menjuarai berbagaio festival musik angklung dari tahun 1983-1991. Lagu-lagu tersebut mempunyai cirri khas dan berhasil membangun permainan musik angklung pada waktu itu. Repetoar yang dipimpin oleh conductor Listia Rahmandaru ini diwakili oleh 3 lagu yaitu Rumah Yang Manis, Lady, dan Seandainya Selalu Satu. Selanjutnya Suite Badai Pasti Berlalu dimainkan oleh KPA 3 dengan dipimpin oleh conductor Dyah Wulandari Putri yang merupakan Interlude pada sesi ini. Memasuki Prelude to Decade of Sophistication, KPA 3 menyajikan sebuah lagu ternama composed by Barry Manilow berjudul One Voice yang berhasil mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton.
Memasuki sesi Decade of Sophistication, KPA 3 menyajikan Champion Medley Part II yang merupakan sebuah medley dari lagu-lagu yang berhasil membawa KPA 3 dalam meneruskan inovasinya dalam bermain angklung dan membawa KPA 3 menjuarai festival dari tahun 1993-2005. Sesi ini berhasil mendapat tepuk tangan meriah dari penonton yang begitu kagum atas usaha KPA 3 dalam mengelaborasi lagu I Have Nothing from The Bodyguard, Bohemian Rhapsody dan Suite from Mulan dalam sebuah medley.
I love the freely, as men strive for right. I love the purely, as they turn from praise. I love thee with the passion put to use Elizabeth Barrett-Browning
Quote di atas menjadi gambaran penonton saat memasuki Chapter II-Of Love and Devotion yang dibuka dengan lagu Indiana Jones- Main Theme yang juka menjadi pembuka dalam sesi Our People’s Parade : Medley Of The Conductors yang menjadi puncak pagelaran karena disini KPA 3 menampilkan conductor tamu yang memberikan kontribusi besar dalam perjalanan KPA 3. Lagu pertama One Moment In Time dipimpin langsung oleh conductor Irma Noerhaty, dilanjutkan dengan lagu Memory from The Cats dipimpin oleh Meliza Miranda Widyasari, lagu Aku Makin Cinta dipimpin oleh Nisa Mustikawati yang menghadirkan solis Dyana Safitri Velies ,dan diakhiri dengan lagu Li Biamo Ne Lieti Calici yang dipimpin oleh Djiwa Margono sebagai perwakilan generasi penerus KPA3. Bagian ini ditutup dengan pemberian souvenir kepada ketiga conductor tamu oleh para conductor konser malam itu. Sesi ini menunjukkan orang-orang yang berhasil membawa KPA 3 ke puncak kejayaannya dan generasi penerusnya yang siap membawa nama KPA 3 ke posisi yang lebih tinggi lagi.
Sesi kedua, Music From Our Heart menunjukkan identitas musik dan jati diri KPA 3 melalui medley lagu Selamat Jalan Kekasih, Nessun Dorma from Turandot, When You Believe from The Prince of Egypt, dan New York-New York yang dipimpin oleh conductor Roswita Amelinda. Medley ini diperindah dengan permainan Flute solo by Lucia Indah Pramantik dan Saxophone solo by Arief Rosmadi. Sesi ini ditutup oleh lagu Santorini yang merupakan lagu kebanggaan KPA 3 dan mendapat sambutan paling meriah dari para penonton.
Memasuki sesi Story of Our World, KPA 3 memainkan lagu Scene From Swan Lake yang dipimpin oleh conductor Djiwa Margono. Pada sesi ini KPA 3 mengungkapkan tiga hal yang menjadi kekuatan KPA3 bertahan dan berkembang selama 25 tahun ini yaitu kegigihan, imajinasi dan keyakinan. Kegigihan itu diwakili oleh lagu Elephant Love Medley-from the Moulin Rouge yang sangat indah dibawakan oleh solis Anggia Utami Dewi dan Eldiansyah D. Lubis. Selanjutnya imajinasi KPA3 dituangkan dalam lagu Pure Imagination-from Willy Wonka and the Chocolate Factory yang menghadirkan solis Iman Setianugraha dan diiringi oleh paduan suara. Lagu penutup konser ini berupa medley lagu I Believe dan Somewhere from The West Side Story yang mencerminkan keyakinan KPA3 sebagai bagian penting perjalanannya dari dulu hingga sekarang.
Walaupun konser telah berakhir, para penonton masih meminta lagu tambahan, KPA 3 memainkan lagu As Long As We Got Each Other dan Aint No Mountain High Enough. Untuk memeriahkan suasana, para pendukung acara turun ke panggung sambil bernyanyi dan menari bersama. Konser pun berakhir dengan penyerahan buket kepada pendukung acara yaitu para conductor, solis dan paduan suara yang malam itu berhasil memeriahkan suasana. Tepuk tangan paling gemuruh didapat oleh Djiwa Margono, yang malam itu menjadi conductor utama dan Arman Reyes Furqon sebagai concert master Konser Orkestrasi Angklung V KPA3.
Konser kali ini membuktikan usaha, kerja keras, dan eksistensi KPA 3 dalam memajukan dan mengembangkan permainan angklung menjadi lebih baik. Usianya yang semakin tua bukan berarti menghentikan langkah dan usaha KPA 3 untuk terus melangkah lebih baik dalam mengembangkan permainan angklung. Konser ini bukan merupakan akhir dari perjalan KPA 3, Konser ini adalah sebuah awal untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
This is not an end…. This is just the beginning
|
No comment posted
| < Sebelumnya |
|---|
| 2008 | ISME Bologna - Performing Groups |
| AWI: Angklung Web Institute - AWI Home |
| Youtube - Angklung Orchester Hamburg in Concert |
| Festiwal Folkloru |
| 121 registered |
| 40 male |
| 81 female |
| 0 today |
| 0 yesterday |
| 0 this week |
| 0 this month |
| Last: |
ditaa |